Ternak Lele dengan Sistem Bioflok Yuk!

 

Salah satu teknik budidaya lele yang dinilai cukup menguntungkan adalah teknik bioflok.Kata bioflok berasal dari kata bios yang artinya kehidupan serta flock yang berarti gumpalan yang terdiri dari berbagai mikroorganisme seperti mikroalga, protozoa dan sebagainya.

Cara budidaya lele dengan sistem bioflok adalah dengan cara mengembiakkan mikroorganisme yang nantinya akan mengolah limbah dari budidaya itu menjadi flock atau gumpalan-gumpalan kecil. Flock ini yang nantinya bisa berguna sebagai pakan alami lele.

Cara mengembangbiakkan mikroorganisme dengan memberi ikan kultur bakteri nonpatogen berupa minyak yang berasal dari fermentasi tepung ikan. Selain minyak dari hasil fermentasi tepung ikan, juga ada tetes tebu atau molase yang dimasukkan ke kolam.

Jika dalam kolam sudah muncul jentik-jentik mikroorganisme, baru bibit lele dimasukkan kedalam kolam. Apabila pembudidaya menemukan peningkatan tingkat keasaman air kolam, solusinya adalah dengan menetralisir memakai garam dan kapur. Pada budidaya ikan menggunakan sistem bioflok, kualitas air begitu diutamakan.

Pada sistem ini, pembudidaya lele tidak memerlukan kolam yang luas. Kolam buatan yang berasal dari rangka bambu atau besi dengan dilapisi terpal sudah cukup. Hanya saja, kualitas airnya perlu diperhatikan dengan cara memakai mesin airator. Mesin ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi oksigen kedalam kolam.

Hasil panen dari penerapan teknik ini bisa mencapai 10 kali lipat dari hasil panen dengan teknik biasa. Misal dalam satu meter kubik kolam biasa bisa menampung 50 lele, maka di kolam bioflok bisa menampung lele sebanyak 500 ekor.

Masa panen untuk budidaya lele dengan cara bioflok iniadalah 45 hari. Untuk berat 1 kg ada sekitar 6 sampai 9 ekor lele.

Demikian sekilas tentang budidaya lele memakai sistem bioflok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button
Mau Belajar Bisnis Online Gratis Daftar Free Member Klik disini