Si Merah Jambu

Mobil kesayangan ngak bisa jalan……..Mogok gitu lhoooo

 

Si merah jambu, memiliki 2 pintu, keluaran tahun 90’an asalnya dari pabrikan jepang, baru setahun dibeli khusus untuk mengantakan tuannya (saya red) dalam menjalani kuliah di S2 MBA ITB dan tidak bisa melayani tuannya karena MOGOK.

 

Ketika memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 di MBA ITB, saya bertanya – Tanya kepada diri sendiri kira – kira saya bisa ngak yah menjalaninya?? Hmmmm knapa? Karna pada saat itu saya lagi bekerja di sebuah perusahaan Oil and Gas yang mana saya di tempatkan di Field lamongan ” di lapangan maksudnya hehehee” dengan jadwal kerja 2 minggu masuk dan 2 minggu libur, klo pas lagi libur 2 minggu bablas angine ngak ada masalah, tappi tet tew ketika lagi on duty 2 minggu, ini yang jadi masalah, tiap jumat siang saya harus ke bandung,

Singkat kata singkat cerita akhirnya diputuskan Oke “ I am ready to take the college”setelah memutuskan untuk melanjutkan sekolah di MBA ITB maka jadilah perjalanan jumat ahad menjadi rutinitas saya ,dan let’s start to the struggle day

Seperi biasa setiap hari jumat siang “ si merah jambu” mulai siap – siap untuk mengantarkan tuannya dari Lamongan (tempat tuannya bekerja) ke Bandara Djuanda di Surabaya, dari bandara djuanda  Surabaya ke MBA ITB Bandung menggunakan jasa pesawat yang murah meriah harapannya, tapi kadang – kadang dapat tiket yang mahal juga sih. Tapi alangkah sialnya hari jumat siang itu tiba – tiba si Merah Jambu ngadat alias MOGOK di tengah jalan antara lamongan dan Surabaya yaitu di Gresik. Kesal, marah . gemes , pokonya kata – kata yang ngak enak semua muncul di kepala, soalnya kenapa?,pasti akan ketinggalan pesawat nih, kuliah terlambat, maluu nih klo begitu.tapi mesti gimana lagi, sudah kejadian, daripada berkeluh kesah ria tiada akhir wis lebih baik bergegas untuk mencari solusi dan ngobatin Si Jambu Merah. Saya buka kap mobil dan lihat kondisi mesin, lama kotak – katik agak bingung juga, maklum bisanya Cuma pakai ngak bisa ngoprek bahasa gaulnyamah hehehehe. Setengah jam berlalu akhirnya saya memutuskan untuk call teman, setengah jam kemudian datanglah teman setia saya dengan membawa satu box peralatan, dipeganglah mesin si merah jambu dan hasilnya wow keren, si merah jambu kembali mengaung,huh senengnya hati ini, tanpa pikir panjang saya melanjutkan kembali perjalanan ke bandara Djuanda Surabaya, akan tetapi sesampainya di bandara, pesawatnya sudah berangkat, nasib – nasib hehehehe, lewatlah satu mata kuliah di Jumat malem hmmmmm,

Setelah melamun di lantai di bandara akhirnya saya mencoba ke counter tiket pesawat dan menayakan jadwal tiket pada malam hari ke Jakarta, karena klo pesawat yang langsung ke bandung sudah tidak ada lagi klo malem, maklum bandaranya kecil di bandung jadi tripnya terbatas.pegawai tiket pesawat kutak katik di depan monitor dan bilang “ada pak tiket ke Jakarta tapi harganya tinggi,,,,,,,! Waduhh kok bisa?Tanya saya, iya pak karna bapak go show alias mendadak, coba klo bapak beli tiket beberapa hari sebelumnya pasti dapet tiket yang murah, dalam hati saya bergumam” lha wong saya udah punya tiket kok, tapi terlambat jadi hangus dech hmmm, aya – aya wae nih si mba hehehehe, akhirnya liat dompet upss oke masih ada uang tersisa untuk beli tiket dan dapetlah saya tiket untuk perjalanan Surabaya – Jakarta pada malem itu, sampai Jakarta jam 12 malem, melanjutkan ke Bandung pake Travel liar, plat hitam heheheh dan akhirnya tibalah di rumah jam 3 Pagi harinya.

Sesampainya dirumah tanpa pikir panjang langsung menuju tempat tidur tercinta dan werrrrrrrr tidur,

Hanya punya waktu 2 jam untuk memejamkan mata dan sekitar jam 5 pagi sudah bangun untuk mempersiapkan perkuliah di pagi hari, dan akhirnya sampai juga di kampus MBA ITB jam 7,30 pagi dan dimulailah perkuliahan.

 

Kejadian seperti ini mengingatkan saya akan masa lalu ketika sekolah dasar yang mana jarak antara sekolah dan rumah membutuhkan perjalanan sekitar 1 jam lebih dengan menggunakan sepeda, dengan kondisi jalan yang berbatu dan berkelok kelok sehingga banyak peluang untuk sepeda mengalami kerusakan seperti ban bocor, kesal, marah dll muncul ketika mengalami hal seperti itu.

 

Dari kejadian diatas saya mengambil hikmah yang sangat berharga dimana saya dapat meningkatkan beberapa perilaku saya menjadi lebih baik antara lain sebagai berikut:

  1. Kesabaran => saya jadi lebih bisa untuk bersabar ketika menghadapi sesuatu yang tak terduga
  2. Pantang Menyerah => Saya selalu berusaha untuk mencari solusi daripada berkeluh kesah tiada arti
  3. Berpikir Positif => selalu berusaha berpikir positif dari setiap kejadian baik ataupun buruk
  4. Pengorbanan => selalu butuh perjuangan dan pengorbanan dalam mencapai sesuatu yang kita inginkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button
Mau Belajar Bisnis Online Gratis Daftar Free Member Klik disini