Alamat material di warehouse

Sekitar tahun 2008 akhir, pada saat Audit internal Materials inventory, proses audit berjalan cukup lama, sekitar 3 – 7 hari, itu baru check fisik…upsss kelewat, Pada saat itu saya Lho yang diaudit hehehehe..kita Lanjutkan yah..oke setelah cek fisik maka kalau ada discrepancy (Ketidaksesuaian/Selisih/Tidak sama) antara fisik dengan system maka akan di trace / dicari dokumen pendukungnya sehingga bisa diketahui akar masalahnya dan dicari solusinya…hmmmmmm need long time, right?
Setelah selesai Audit yang menghabiskan waktu seminggu maka team Audit kembali keJakarta (Head Office) tapi dengan catatan blom SELESAI, team terpaksa pulang karena jatah nginap di hotel sudah habis ha..ha.ha..maaf bercanda..team terpaksa pulang karena surat dinas perjalanan cuma satu minggu dan kalau mau ditambah butuh approval dari atasannya, setelah diskusi dengan atasan di Jakarta maka team Audit memutuskan untuk melengkapi kekurangan data di Jakarta menggunakan Teknologi canggih abad 21 yaitu teleconference dengan team di lapangan (saya red).
Jadwal Audit di perusahaan kami dilakukan setahun sekali, dan Alhamdulilah hasilnya selalu ada discrepancy dan butuh waktu cukup banyak untuk melakukan audit tersebut.


Akhirnya pada suatu kesempatan sekitar tahun 2009 awal saya berdiskusi dengan seorang Ahli management Sysytem di Perusahaan kami Bapak Indra, kami diskusi dari A sampai Z dan akhirnya ada sebuat titik terang bahwa kenapa proses audit berlangsung lama salah satu masalahnya adalah karena dalam proses pencarian material yang lama karena material ditempatkan sesuai dengan orangnya yang menempatkan. eh iya sebagai informasi di lapangan system kerja kami adalah shift to shift yaitu 2 minggu kerja 2 minggu off atau 2 minggu kerja dan 1 minggu off sehingga pasti ada back to back. kembali ke topik yahh. sehingga kalau yang menyimpan barang tersebut back to back-nya/ penggantinya sedang off duty (libur) maka yang lagi on duty bingung materialnya ada di mana. Sehingga kami sadar klo begitu harus dibuatkan system “ Siapapun orangnya tempat penyimpanannya sama “ kaya iklan minuman gt hehehe….
Dari case diatas maka tercetuslah untuk membuat “ FIX BIN Project” yang mana bertujuan agar proses penyimpanan materials dapat di standarisasi agar lebih effisien dan effektif.
Singkat cerita mulailah kami melaksanakan project tersebut, seperti biasa dalam sebuah project ada team task force-nya, planning dan schedulingnya,Tools and manpower semua disiapkan.
FIX BIN Metode yang kita buat adalah sebagai berikut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button
Mau Belajar Bisnis Online Gratis Daftar Free Member Klik disini