Ada Yang Sudah Tahu Dengan Padi Gogo Rancah?

 

Sistem tanam padi gogo rancah mirip dengan sistem tanam padi ladang yakni dengan cara ditugal. Setelah ditugal, kemudian pada umur 1 bulanan sampai hingga menjelang panen, padi tersebut diairi seperti padi sawah pada umumnya.

Pada musim kemarau, petani akan mengolah lahannya dengan cara mencongkel memakai linggis atau alat sejenis. Tanah bongkahan hasil mencongkel kemudian dihancurkan menggunakan palu kayu. Setelah hancur, berikutnya lahan mulai diratakan memakai garpu atau orang Jawa menyebutnya garu.

Pada awal musim hujan, petani melakukan proses seperti yang dilakukan pada padi ladang yakni menugal serta menanam benih. Setelah turun hujan beberapa kali dan dirasa tanah sudah lunak, maka petani akan membuat pematang dan juga saluran air.

Berikutnya, satu bulan kemudian ketika tanaman padi membutuhkan air dan hujan turun dengan sempurna, sawah akan tergenang oleh air dengan sempurna karena saluran airnya juga sudah siap.

Setelah fase ini, perawatan tanaman padi dilakukan seperti halnya perawatan terahadap padi sawah biasa.

Sekitar dua bulan kemudian, ketika curah hujan mulai berhenti, sawah akan berada pada tahap pengeringan. Proses ini bertujuan untuk mempercepat bulir padi menjadi masak serta mengurangi kadar air yang terdapat pada gabah.

Sistem tanam padi gogoh rancah sangat cocok dilakukan oleh petani yang bermukim di wailayah dengan intensitas hujan yang sedikit. Seperti halnya yang dilakukan oleh para petani di NTT dan NTB.

Salah satu tantangan saat menanam padi gogo rancah adalah gulma. Sehingga keberadaan herbisida begitu diperlukan. Selain itu juga hasil panen sistem tanam seperti ini jumlahnya tidak bisa sebesar hasil panen padi sawah.

Demikian sekilas tentang padi gogoh rancah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button
Mau Belajar Bisnis Online Gratis Daftar Free Member Klik disini